Sosial

Kakek Sebatang Kara di Tuban Belum Terima Bantuan Apapun Dari Pemerintah


calendar_today 02/12/2019 - 14:45 | remove_red_eye 3.01k
default ads banner CODE: NEWS / LARGE BANNER 1 / 320x100

TUBAN - Didalam gubuk reyot, berdindingkan anyaman bambu (gedek), serta beralaskan tanah itu, Mbah Roto (52), Warga Kelurahan Gedungombo, RT 04/RW 11, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, menjalani kehidupannya seorang diri.

Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, pria paruh baya itu hanya mengandalkan belas kasihan dari para keluarga dan tetangganya. Mungkin tidak banyak yang mengetahui kisah hidup Mbah Roto ini, karena rumah berukuran 5x6 meter yang ia huni juga dikelilingi oleh bangunan pemukiman menengah keatas.

Bergelimangnya industri besar berskala nasional dan internasional di Kabupaten Tuban tak lantas membuat masyarakat sejahtera. Jangankan bantuan dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, bahkan kakek tua inipun tak tersentuh berbagai program-program kesejahteraan dari pemerintah.

Ngatris, ketua RT setempat mengatakan bahwa, Mbah Roto memang tinggal sendiri, dan hanya ditemani beberapa ekor kambing peliharaannya. Meski masih memiliki saudara dan keponakannya, ia tetap memilih hidup sendiri.

"Mungkin karena beliau orang tidak mampu, jadi dia memilih tidak menikah dan hidup sendiri," ungkap Ngatris kepada suaratuban.com. Senin, (02/12/2019).

Tak hanya itu, dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mbah Roto hanya mengandalkan belas kasihan dari keponakan dan para tetanggannya yang berada disekitar tempat tinggalnya.

Yang lebih miris lagi, didalam kehidupan yang serba kekurangan itu, Mbah Roto juga belum pernah menerima bantuan apapun, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), yang berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang digadang-gadang mampu mensejahterakan rakyat tersebut.

"Dulu sudah pernah kami ajukan permintaan bantuan, dan kemarin sudah ada pendataan bedah rumah. Tapi untuk bantuan lainnya belum dapat," paparnya.

Sementara itu, Camat Semanding, Danarji mengaku, selama ini Mbah Roto memang hidup sebatang kara. Namun pemerintah belum bisa berbuat apa-apa, karena setelah dilakukan pengecekan administrasi kependudukan (Adminduk), ia belum melakukan perekaman e-KTP. 

"Mbah Roto ini kan belum melakukan perekaman e-KTP, dan KK kemungkinan juga sudah tidak aktif," terang Camat.

Untuk itu, diharapkan agar pemerintah desa dapat membantu dan memfasilitasi beliau agar segera menyelesaikan adminduknya terlebih dahulu. Karena jika tidak, maka pemerintah bakal kesulitan dalam memberikan bantuannya.

"Kita harap agar adminduk diselesaikan terlebih dahulu dan aktif, agar kita juga bisa upayakan bantuan-bantuan lain secara rutin. Namun sementara akan kita upayakan bantuan insidental, agar kebutuhan Mbah Roto sehari-hari tercukupi," pungkasnya.


Reporter : Achmad Junaidi
Editor : Imam Hairon
Publisher : Arifin

default ads banner CODE: NEWS / LARGE BANNER 2 / 320x100
default ads banner CODE: NEWS / MEDIUM / 300x250
default ads banner CODE: HOME / LARGE BANNER 1 / 320x100
default ads banner CODE: HOME / LARGE BANNER 2 / 320x100
default ads banner CODE: HOME / MEDIUM / 300x250
FOKUS BERITA